Mesin Pengering Padi Model Bak

MEMINIMALISIR IMPORT BERAS DENGAN ADANYA MESIN PENGERING PADI DAN JAGUNG

 

Impor beras Indonesia meningkat dari tahun 2017 sebesar 305 ribu ton menjadi 2,2 juta ton di tahun 2018 sehingga petani beras harus meningkatkan kapasitas produksinya agar tercapai swasembada beras. Produksi dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan proses pengolahan (produksi) beras. 

 

Diantara proses tersebut adalah pengeringan dimana saat ini merupakan proses yang membutuhkan waktu paling lama diantara proses-proses lainnya. Pada umumnya, petani di Indonesia masih menggunakan metode pengeringan tradisional, salah satunya dengan cara dijemur, menyebabkan proses pengeringan berlangsung lama berkisar antara 4-5 hari. 

 

Dengan melihat permasalahan ini, dibutuhkan sebuah inovasi yang dapat mempersingkat waktu pengeringan padi sehingga dihasilkan proses produksi beras yang lebih efisien. 

 

Inovasi yang dimaksudkan adalah Mesin Pengering Padi, Gabah, dan Jagung yang menggunakan Model Bak (Bed Dryer), biasa disebut Mesin Pengering Pertanian Model Bak (Bed Dryer).

 

Contoh Mesin Pengering untuk Pertanian ialah seperti berikut:

Salah satu contoh Gambar Mesin Pengering Pertanian Model Bak (Bed Dryer)

 

Salah satu contoh Gambar Mesin Pengering Pertanian (Bed Dryer)

 

Dalam proses pengolahan padi menjadi beras menggunakan mesin tersebut, dihasilkan ampas berupa sekam atau kulit padi dan di Indonesia sendiri sekam padi yang dihasilkan mencapai 15 juta ton per tahun. Dalam prakteknya, sekam tidak dimanfaatkan dan dibakar begitu saja karena dianggap tidak memiliki nilai guna. Namun, jika ditinjau dari ilmu termodinamika, sekam memiliki kandungan energi yang relatif besar dimana satu kilogramnya dapat digunakan untuk menghidupi satu rumah berkapasitas 2200VA selama satu jam. Artinya, dengan potensi sekam di Indonesia, kita mampu melistriki 1,7 juta rumah setiap hari selama satu tahun. Analogi ini memberikan gambaran seberapa besarnya potensi sekam padi sebagai sumber energi alternatif di Indonesia.

 

Beberapa petani jagung di Indonesia sudah menggunakan mesin pengering dari integrator yang berkapasitas 30 ton per tiga sampai lima jam. Tapi, cakupannya hanya menjangkau sekitar 60 sampai 70 persen petani. Sementara itu, sisanya masih memanfaatkan sinar matahari sebagai pengering alami.

 

Mesin pengering pertanian padi, gabah, dan jagung model bak (Bed Dryer) akan membantu dalam efisiensi waktu para petani, terutama mereka yang masih menjemur di bawah sinar matahari. Hasil pengeringan pun lebih maksimal karena panasnya cenderung merata di semua hasil panen.

 

Salah satu contoh gambar Mesin Pengering Pertanian Model Bak (Bed Dryer)

 

Tidak kalah penting, mesin bed dryer ini juga bisa mengurangi butir yang tercecer karena sudah terkumpul dalam karung

Mesin Pengering ini akan menjadi solusi terbaik untuk permasalahan pasca panen. Tidak lagi ada alasan karena hujan, jumlah panen turun maupun harga dari petani terlalu rendah sehingga mereka merugi.

 


Sebenarnya, sejak 2015 petani juga mendapatkan bantuan berupa subsidi benih untuk meningkatkan indeks pertanaman yang dibantu dengan mekanisasi pertanian dari yang kecil hingga yang besar, termasuk dryer (mesin pengering) bagi petani jagung. Jumlahnya pun mencapai puluhan ribu.


Namun, belum semua kelompok tani mendapatkan bantuan dalam bentuk alat mesin pertanian ini. Walaupun sebenarnya dengan bantuan ini sangat efektif untuk menekan biaya tenaga kerja.


“Termasuk juga mesin panen. Potensi kehilangan saat panen saat ini berhasil diturunkan menjadi 3-4% saja. Ke depannya kita targetkan 2-3%. Bahkan seperti di Jepang, 1-2% saja. Kita optimalkan dioperatornya nanti diberi pelatihan dan pembekalan lagi,” jelasnya. 

 


Dengan adanya mesin ini, potensi kehilangan saat panen berhasil turun menjadi 3-4%, dan dengan pemerataan subsidi mesin ini merata ke seluruh Indonesia, di harapkan akan mencapai 2-3%. Merujuk pada Jepang yang mampu mencapai 1-2% kehilangan pada saat panen. 

 

Ia membandingkan saat panen masih menggunakan cara tradisional menggunakan arit, kehilangan saat panen mencapai 10% karena kerontokan. Sementara setelah adanya bantuan pemberian Mesin Pengering Padi, Jagung, dan Gabah Model Bak (Bed Dryer)  masalah tersebut berkurang.

 

Salah satu contoh Mesin Pengering Pertanian (Bed Dryer)

 

Mengenal Lebih Dekat dengan Mesin Pengering Padi, Gabah, dan Jagung Model Bak (Bed Dryer)

 

 Keunggulan Mesin Pengering Box Dryer.

1. Teknologi alat / tepat guna

  1. Bahan bakar bisa Menggunakan briket, batubara atau kayu bakar
  2. Mesin pengering model knock down (bongkar pasang)
  3. Mudah Mengoperasikannya
  4. Tenaga kerja sedikit, maksimal 2-3 orang
  5. Biaya pengeringan gabah lebih murah dari tipe-tipe yang ada di pasaran
  6. Daya pakai alat relatif cukup lama
  7. Sangat cocok dioperionalkan pada kelompok tani
  8. Asap tidak bercampur dengan bahan yang dikeringkan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *